Oleh: Indrayani, S.Pd.
(Guru Bimbingan dan Konseling)
Apa sih yang kalian pikirkan mengenai BK dan Guru BK? Apalagi jika ada siswa yang masuk atau dipanggil oleh Guru BK untuk datang ke ruang BK, pasti yang dipikirkan adalah akan bertemu dengan guru yang galak, diberi hukuman dan dimarahi. Pasti pemikiran – pemikiran itu yang terbesit di benak kalian kan? Tapi sebenarnya apa sih yang mendasari kalian memiliki pendapat seperti itu? Sudah pasti karena kalian merasa masalah kalian diusik oleh Guru BK yang terlalu “kepo” dengan masalah yang saat ini kalian alami. Namun dibalik ‘kepo’ itu menunjukkan kami, Guru BK yang empati terhadap kalian agar kalian bisa kembali nyaman dengan kehidupan kalian serta dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia kalian.
Oke, untuk lebih jelasnya nih, silahkan bisa di baca sampai akhir ya, agar kalian tahu, apa sih Bimbingan dan Konseling itu?
Jika kita pahami lebih lanjut, mengapa siswa bisa berpikir seperti itu? Karena Guru Bimbingan dan Konseling pada zaman dulu tidak memiliki kualifikasi Pendidikan bimbingan dan konseling, sehingga mereka tidak mempunyai bekal ilmu yang cukup terkait dengan penanganan anak. Oleh karena itu, terjadilah stigma negatif seperti saat ini tentang BK. Misalnya, siswa menjadi malas dan takut untuk menemui atau bahkan datang ke ruang BK untuk sekadar cerita. Akan tetapi, guru BK yang ada di sekolah saat ini bukan lagi guru mata pelajaran akan tetapi guru BK yang memang sudah memiliki ilmu ke-BK-an, sehingga sudah pasti memiliki kualifikasi yang baik dan tepat terkait penanganan anak baik anak yang membutuhkan bimbingan atau anak yang memiliki masalah.
Pada tahun 1993, Prof. Prayitno dari Padang merumuskan pola pelayanan BK 17 yang berisi bidang layanan yang harus diberikan oleh guru Bimbingan dan Konseling di sekolah. Bimbingan Konseling pola 17 ini menjadi pegangan dan evaluasi guru BK dalam memberikan pelayanan pada siswa. Dengan adanya pola pelayanan ini kerja guru BK menjadi jelas dan tentunya terarah. Seiring berjalannya waktu, Bimbingan Konseling terus berkembang menjadi pola 17+ hingga pola BK komprehensif yang digunakan saat ini. Hal ini tentunya sangat membantu guru BK dalam memberikan pelayanann, dan langkah yang harus diambil saat menghadapi siswa.
Hal ini diperkuat dengan Permendikbud No. 111 Tahun 2014 mengenai Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah, pertama-tama sebagai konselor yang profesional dalam menjalankan profesinya, seorang guru BK harus lulusan dari S1 Bimbingan dan Konseling serta menamatkan Pendidikan Profesi Guru BK/Pendidikan Profesi Konselor. Serta terus mengembangkan kemampuannya dengan mengikuti pelatihan, seminar, workshop, dan lain sebagainya. Dengan bekal ilmu yang didapat dari pendidikan tersebut, diharapkan para calon guru BK atau konselor bisa menjalankan profesinya sesuai peraturan yang ada.
Ketika kami, guru BK sudah sesuai dengan kualifikasi, dan sudah melakukan layanan dengan ikhlas dan tulus kepada siswa, secara tidak langsung stigma negatif itu akan hilang dengan sendirinya. Lalu, apa saja sih peran dari Guru BK di sekolah untuk membantu para siswanya?
Salah satunya yaitu dalam hal bimbingan, yang termasuk dalam layanan dasar yang bisa diaplikasikan secara klasikal maupun kelompok yaitu bimbingan di bidang pribadi, sosial, belajar dan karir. Pengembangan diri siswa bisa tentang potensi setiap siswa, kehidupan sosial, kemampuan kognitif dan peminatan karir siswa. Walau kembali lagi Guru BK hanya memberikan informasi, pemahaman, pengetahuan dan keterampilan ke siswa semua keputusan dikembalikan ke siswa tanpa ada paksaan.
Peran yang lain yaitu layanan responsif yang bersifat kuratif atau penanganan berkaitan dengan permasalahan siswa. Guru BK membantu siswa dalam menyelesaikan masalahnya. Saat kami melakukan layanan tidak ada paksaan bagi siswa, karena ada beberapa asas dalam BK yang kami pegang teguh dan kami terapkan dalam layanan. Dengan begitu, maka akan menimbulkan keyakinan dalam diri siswa terhadap BK bahwa BK itu menyenangkan dan bisa menjadi sahabat bagi mereka saat mereka membutuhkan guru BK dalam memberikan solusi di setiap masalah mereka. Layanan ini bisa diaplikasikan melalui konseling kelompok dan konseling individu.
Dari sini dapat kita ketahui, betapa pentingnya peran BK dalam sekolah khususnya bagi siswa. Mari kita manfaatkan peran BK di sekolah dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan potensi kita secara optimal.